Indikator Kesejahteraan
Kehidupan yang didambakan oleh semua
manusia di dunia ini adalah kesejahteraan. Baik tinggal di kota maupun yang di
desa, semua mendambakan kehidupan yang sejahtera. Sejahtera lahir dan bathin.
Namun, dalam perjalanannya, kehidupan yang dijalani oleh manusia tak selamanya
dalam kondisi sejahtera. Pasang surut kehidupan ini membuat manusia selalu
berusaha untuk mencari cara agar tetap sejahtera. Mulai dari pekerjaan kasar
seperti buruh atau sejenisnya, sampai pekerjaan kantoran yang bisa sampai
ratusan juta gajinya dilakoni oleh manusia. Jangankan yang halal, yang harampun
rela dilakukan demi kesejahteraan hidup.
Sejahtera menunjuk ke keadaan yang
lebih baik, kondisi manusia dimana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam
keadaan sehat atau damai. Lebih jauh, menurut Wikipedia, dalam ekonomi,
sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda. Menurut Wipipedia pula, dalam
kebijakan social, kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kesejahteraan meliputi seluruh
bidang kehidupan manusia. Mulai dari ekonomi, sosial, budaya, iptek, hankamnas,
dan lain sebagainya. Bidang-bidang kehidupan tersebut meliputi jumlah dan
jangkauan pelayanannya. Pemerintah memiliki kewajiban utama dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan rakyatnya.
Untuk mendapatkan kesejahteraan itu
memang tidak gampang. Tetapi bukan berarti mustahil didapatkan. Tak perlu juga
melakukan yang haram, sebab yang halal masih banyak yang bisa dikerjakan untuk
mencapai kesejahteraan. Kita hanya perlu memperhatikan indikator kesejahteraan
itu. Adapun indikator tersebut diantaranya adalah.Pertama. Jumlah dan
pemerataan pendapatan. Hal ini berhubungan dengan masalah ekonomi. Pendapatan
berhubungan dengan lapangan kerja, kondisi usaha, dan factor ekonomi lainnya.
Penyediaan lapangan kerja mutlak dilakukan oleh semua pihak agar masyarakat
memiliki pendapat tetap untuk memenuhi kebutuhan hidupnyan. Tanpa itu semua,
mustahil manusia dapat mencapai kesejahteraan. Tanda-tanda masih belum
sejahteranya suatu kehidupan masyarakat adalah jumlah dan sebaran pendapatan
yang mereka terima. Kesempatan kerja dan kesempatan berusaha diperlukan agar
masyarakat mampu memutar roda perekonomian yang pada akhirnya mampu
meningkatkan jumlah pendapatan yang mereka terima. Dengan pendapatan yang
mereka ini, masyarakat dapat melakukan transaksi ekonomi.
Kedua, pendidikan yang semakin mudah
untuk dijangkau. Pengertian mudah disini dalam arti jarak dan nilai yang harus
dibayarkan oleh masyarakat. Pendidikan yang mudah dan murah merupakan impian
semua orang. Dengan pendidikan yang murah dan mudah itu, semua orang dapat
dengan mudah mengakses pendidikan setinggi-tingginya. Dengan pendidikan yang
tinggi itu, kualitas sumberdaya manusianya semakin meningkat. Dengan demikian
kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak semakin terbuka. Berkat
kualitas sumberdaya manusia yang tinggi ini, lapangan kerja yang dibuka tidak
lagi berbasis kekuatan otot, tetapi lebih banyak menggunakan kekuatan otak.
Sekolah dibangun dengan jumlah yang banyak dan merata, disertai dengan
peningkatan kualitas, serta biaya yang murah. Kesempatan untuk memperoleh
pendidikan tidak hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kekuatan ekonomi, atau
mereka yang tergolong cerdas saja. Tapi, semua orang diharuskan untuk
memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Sementara itu, sekolah juga mampu
memberikan layanan pendidikan yang sesuia dengan kebutuhan peserta didiknya.
Pendidikan disini, baik yang bersifat formal maupun non formal. Kedua jalur
pendidikan ini memiliki kesempatan dan perlakuan yang sama dari pemerintah
dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Angka melek huruf
menjadi semakin tinggi, karena masyarakatnya mampu menjangkau pendidikan dengan
biaya murah. Kesejahteraan manusia dapat dilihat dari kemampuan mereka untuk
mengakses pendidikan, serta mampu menggunakan pendidikan itu untuk mendapatkan
kebutuhan hidupnya.
Ketiga, kualitas kesehatan yang
semakin meningkat dan merata. Kesehatan merupakan faktor untuk mendapatkan
pendapatan dan pendidikan. Karena itu, faktor kesehatan ini harus ditempatkan
sebagai hal yang utama dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat yang sakit akan
sulit memperjuangkan kesejahteraan dirinya. Jumlah dan jenis pelayanan
kesehatan harus sangat banyak. Masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan
tidak dibatasi oleh jarak dan waktu. Setiap saat mereka dapat mengakses layanan
kesehatan yang murah dan berkualitas. Lagi-lagi, ini merupakan kewajiban
pemerintah yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Apabila masih banyak keluhan masyarakat
tentang layanan kesehatan, maka itu pertanda bahwa suatu Negara masih belum
mampu mencapai taraf kesejahteraan yang diinginkan oleh rakyatnya.
Inilah tiga indicator tentang
kesejahteraan rakyat. Inidikator ini akan menjadi factor penentu dalam usaha-usaha
yang dilakukan oleh semua pihak dalam mencapai kesejahteraan. Ketiga hal ini
diyakini merupakan puncak dari gunung es kesejahteraan yang didambakan oleh
semua orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar